GERAKAN PRAMUKA, DULU, SEKARANG DAN KINI

  1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pendidikan adalah usaha sadar yang dijalankan dengan sengaja, teratur dan berencana dengan maksud mengubah tingkah laku manusia ke arah yang diinginkan. Pendidikan selalu etis-religius baik dan dijalankan melalui jalur pendidikan sekolah (formal) dan jalur pendidikan luar sekolah (nonformal Proses belajar memang dapat berlangsung di luar kedua jalur tersebut di atas, dan sifatnya tidak sengaja (informal) dan tidak selalu etis-religius baik. Dalam hal yang terakhir ini, maka pendidikan tidak sama dengan belajar. Namun jika belajar bersifat etis-religius baik dan dijalankan dengan sengaja, teratur dan berencana, maka belajar sama dengan pendidikan.Maka sebagai upaya realities penunjang pendidikan Gerakan Pramuka YANG lahir pada tahun 1961 harus di mantapkan.

1.2 Gerakan Pramuka Dalam Sejarah

NAMUN sebelumdilanjutkan  ada baiknya  kita menyimak latar belakang lahirnya Gerakan Pramuka, karena orang perlu mengkaji keadaan,kejadian dan peristiwa pada sekitar tahun 1960 demi penghormatan dan pengakuan pada nilai –nilai sejarah dan hikmah yang terkandung yang terbukti bermanfaat hingga kini.semua ada motorik dalam satu pergerakan dan landasan yang mengacu pada satu pembentukan satu wadah atau organisasi secara normal dan obyektif yang berkuatan hukum, maka saat itu telah terlahir satu Peraturan yang timbul pada masa perintisan ini adalah Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960 tentang rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana.lalu dalam ketetapan ini dapat ditemukan Pasal 330.C. yang menyatakan bahwa,dasar pendidikan di bidang kepanduan adalah Pancasila.

Seterusnya penertiban tentang kepanduan (Pasal 741) dan pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan menyetujui rencana Pemerintah untuk mendirikan Pramuka (Pasal 349 Ayat 30).Kemudian, kepanduan supaya dibebaskan dari sisa-sisa Lord Baden Powellisme (Lampiran C Ayat 8).Ketetapan itu memberi kewajiban agar Pemerintah melaksanakannya. Karena itulah Pesiden/Mandataris MPRS pada 9 Maret 1961 mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepramukaan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Hari Kamis malam itulah Presiden mengungkapkan bahwa,kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka. Presiden juga menunjuk panitia yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Panitia ini tentulah perlu sesuatu pengesahan. Dan kemudian, terbitlah Keputusan Presiden RI No.112 Tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan seperti yang disebut oleh Presiden pada tanggal 9 Maret 1961.Ada perbedaan sebutan atau tugas panitia antara pidato Presiden dengan Keputusan Presiden itu.Masih dalam bulan April itu juga, keluarlah Keputusan Presiden RI Nomor 121 Tahun 1961 tanggal 11 April 1961 tentang Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Anggota Panitia ini terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prof. Prijono, Dr. A. Azis Saleh, Achmadi dan Muljadi Djojo Martono (Menteri Sosial).Panitia inilah yang selanjutnya mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka ditandai dengan serangkaian peristiwa yang saling berkaitan yaitu :

  1. Pidato Presiden/Mandataris MPRS dihadapan para tokoh dan pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan yang terdapat di Indonesiapada tanggal 9 Maret 1961 di Istana Negara. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA•Diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961, tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia,serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman,petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya. Tanggal 20 Mei adalah; Hari Kebangkitan Nasional, namun bagi Gerakan Pramuka memiliki arti khusus dan merupakan tonggak sejarah untuk pendidikan di lingkungan ke tiga.Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PERMULAAN TAHUN KERJA.Pernyataan para wakil organisasi kepanduan di Indonesia yang dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka, dilakukan di Istana Olahraga Senayan pada tanggal 30 Juli 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA..
  2. Pelantikan Mapinas,Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, diikuti defile Pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang didahului dengan penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka, dan kesemuanya ini terjadi pada tanggal pada tanggal 14 Agustus 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PRAMUKA.

Gerakan Pramuka Diperkenalkan di Pidato Presiden pada tanggal 9 Maret 1961 yang juga menggariskan agar pada peringatan\ Proklamasi Kemerdekaan RI Gerakan Pramuka telah ada dan dikenal oleh masyarakat.Oleh arena itu Keppres RI No.238 Tahun 1961 perlu ada pendukungnya yaitu pengurus dan anggotanya Menurut Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, pimpinan perkumpulan ini dipegang oleh  Majelis Pimpinan Nasional (MAPINAS) yang di dalamnya terdapat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Kwartir Nasional Harian. Badan Pimpinan Pusat ini secara simbolis disusun dengan mengambil angka keramat 17-8-’45, yaitu terdiri atas Mapinas beranggotakan 45 orang di antaranya duduk dalam Kwarnas 17 orang dan dalam Kwarnasri 8 orang. Namun demikian dalam realisasinya seperti tersebut dalam Keppres RI No.447 Tahun 1961, tanggal 14 Agustus 1961 jumlah anggota Mapinas menjadi 70 orang dengan rincian dari 70 anggota itu 17 orang di antaranya sebagai anggota Kwarnas dan 8 orang di antara anggota Kwarnas ini menjadi anggota Kwarnari.Mapinas diketuai oleh Dr.Ir.Soekarno,Presiden RI dengan Wakil Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh.Sementara itu dalam Kwarnas Sri Sultan Hamengkubuwono IX.Beliau adalah seorang Raja Kasultanan Yogyakarta dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Beliau juga Wakil PresidenIndonesiayang kedua antara tahun 1973-1978.Lalu,dialah Bapak PramukaIndonesia,dan pernah menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.Beliau lahir diYogyakartadengan nama GRM Dorojatun pada 12 April 1912,HamengkubuwonoIX adalah putra dari Sri Sultan Hamengkubuwono VIII dan Raden Ajeng Kustilah. Diumur 4 tahun Hamengkubuwono IX tinggal pisah dari keluarganya. Dia memperoleh pendidikan di HIS di Yogyakarta, MULO di Semarang, dan AMS di Bandung. Pada tahun 1930-an beliau berkuliah di UniversiteitLeiden, Belanda (”SultanHenkie”).Hamengkubuwono IX dinobatkan sebagai Sultan Yogyakarta pada tanggal 18 Maret 1940 dengan gelar “Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan HamengkubuwonoSenopati Ing Alogo Ngabdurrokhman Sayidin Panotogomo Kholifatulloh Ingkang Kaping Songo”.

1.3        Bapak PramukaIndonesia.

Hamnegkubpwono adalah sultan yang menentang penjajahan Belanda dan mendorong kemerdekaan Indonesia. Selain itu, dia juga mendorong agar pemerintah RI memberi status khusus bagi Yogyakarta dengan predikat “Istimewa”. Sejak 1946 beliau pernah beberapa kali menjabat menteri pada kabinet yang dipimpin Presiden Soekarno. Jabatan resminya pada tahun 1966 adalah ialah Menteri Utama di bidang Ekuin.Pada tahun 1973 beliau diangkat sebagai wakil presiden.Pada akhir masa jabatannya pada tahun 1978, beliau menolak untuk dipilih kembali sebagai wakil presiden dengan alasan kesehatan. Namun, ada rumor yang mengatakan bahwa alasan sebenarnya ia mundur adalah karena tak menyukai Presiden Soeharto yang represif seperti pada Peristiwa Malari dan hanyut pada KKN.Minggu malam pada 1 Oktober 1988 ia wafat di George Washington University Medical Centre, Amerika Serikat dan dimakamkan di pemakaman para sultan Mataram di Imogiri,Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjabat Ketua dan Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Kwarnari.Srcara relaitas waktu ,Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961 bukan saja di Ibukota Jakarta, tapi juga di tempat yang penting di Indonesia. Di Jakarta sekitar 10.000 anggota Gerakan Pramuka mengadakan Apel Besar yang diikuti dengan pawai pembangunan dan defile di depan Presiden dan berkelilingJakarta. Sebelum kegiatan pawai/defile, Presiden melantik anggota Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari, di Istana negara, dan menyampaikan anugerah tanda penghargaan dan kehormatan berupa Panji Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia (Keppres No.448 Tahun 1961) yang diterimakan kepada Ketua Kwartir Nasional kala itu , Sri Sultan Hamengku Buwono IX sesaat sebelum pawai/defile dimulai. Peristiwa perkenalan tanggal 14 Agustus 1961 ini kemudian dilakukan disebut sebagai HARI PRAMUKA yang setiap tahun diperingati oleh seluruh jajaran dan anggota Gerakan Pramuka se Nusantara.

Kegiatan Kepramukaan dibungkus dengan Kiasan Dasar akan membangkitkan jiwa kejuangan dan cinta tanah air yang membekas di hati peserta didik.

II. BABAK PERKEMBANGAN GERAKAN PRAMUKA

Dalam pelaksanaannya, Kiasan Dasar terpadu dengan Prinsip Dasar Kepramukaan,Metode Kepramukaan,Kode Kehormatan Pramuka,dan Motto Gerakan Pramuka.Kiasan dasar kepramukaan ialah alam pikiran yang mengandung kiasan/gambaran suatu yang mengesankan, digunakan sebagai latar belakang suatu kegiatan kepramukaan sehingga peserta didik dapat merasakan ikur terlibat pada kegiatan yang mengesankan tersebut.Dalam AD Gerakan disebutkan, “Penyelenggaraan kepramukaan dikemas dengan menggunakan Kiasan Dasar bersumber pada sejarah perjuangan dan budaya bangsa” (pasal 15). Tahun 2009 , para pramuka dari penjuru dunia akan bertemu di Inggris untuk mengikuti Jambore Dunia. Istilah “Jambore” adalah berasal dari bahasa suatu suku yang berada di Afrika yang artinya pertemuan besar. Dalam kepramukaan atau kepanduan, istilah jambore dipakai untuk nama kegiatan bagi pramuka penggalang. Jambore Dunia I berlangsung di Inggris yang merupakan Negara asal Bapak Pandu Dunia Lord Baden Powell. Secara rtutin, jamboree dilaksanakan setiaplimatahun sekali. Tetapi,dalam pelaksanaannya, tidak selalu rutinlimatahun sekali akibat situasi dunia.Berikut data pelaksanaan jambore dunia sejak awal.

1. I 1920 Inggris

2. II 1924Denmark

3. III 1929 Inggris

4. IV 1933 Hungaria

5. V 1937 Belanda

6. VI 1947 Perancis

7. VII 1951Austria

8. VIII 1955 Kanada

9. IX 1957 Inggris

10. X 1959 Pilipina

11. XI 1963 Yunani

12. XII 1967 Amerika Serikat

13. XIII 1971 Jepang

14. XIV 1975 Norwegia

15. XV 1979Iran(dibatalkan)

16. XVI 1983 Kanada

17. XVII 1986Australia

18. XVIII 1991KoreaSelatan

19. XIX 1995 Belanda

20. XX 1999 Chili

21. XXI 2003 Tahiland

22. XXII 2009 Inggris

23 Terahir Kemarin tahun 2010 di Amerika Serikat.

Selanjutnya dijelaskan dalam ART Gerakan Pramuka dalam pasal 30 yang terdiri atas dua ayat: (1) Penggunaan Kiasan Dasar, sebagai salah satu unsur terpadu dalam Kepramukaa, dimaksudkan untuk mengembangkan imajinasi, sesuai dengan usia dan perkembangannya yang mendorong kreativitas dan keikutsertaan dalam kegiatan. Kiasan Dasar tidak hanya menarik, menantang, dan merangsang tetapi harus disesuaikan dengan minat, kebutuhan, situasi, dan kondisi anggota muda dan anggota dewasa muda. (2) Kiasan Dasar disusun atau dirancang untuk mencapai tujuan, dan sasaran pendidikan dalam Kepramukaan untuk tiap golongan serta merupakan proses Metode Kepramukaan yang bersifat tidak memberatkan anggota muda dan anggota dewasa muda tetapi memperkaya pengalaman.

Sesuai dengan pengertian, maksud, dan tujuan sebagaimana penjelasan di atas maka Kiasan Dasar Pramuka bersumber pada Sejarah perjuangan bangsa Indonesia dan Budaya bangsa Indonesia.Kiasan Dasar dalam Gerakan Pramuka dilaksanakan dalam satu-kesatuan untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka. Wujud pelaksanaan itu sebagai berikut:

Kegiatan N a m a Kiasan Diri

  1. Kantor Pusat Kegiatan Kwartir Markas
  2. Pramuka, 7 – 10 tahun Siaga Perjuangan Budi Utomo (1908) untuk men-siaga-kan rakyat.
  3. Pramuka, 11 – 15 tahun Penggalang Perjuangan pemudaIndonesiadalam menggalang persatuan dan kesatuan Bangsa (1928)
  4. Pramuka, 16 – 20 tahun Penegak Puncak perjuangan bangsa dengan ditegakkan NKRI pada 17 Agustus 1945
  5. Pramuka, 21 – 25 tahun Pandega Perjuangan mengisi kemerdekaan dengan mandegani pembangunan.
  6. Satuan Pramuka Siaga – Barung
    – Perindukan Tempat penjaga rumah bangunan
  7. Satuan Pramuka Penggalang – Regu
    – Pasukan Gardu / pangkalan meronda
    Tempat suku kelompok
  8. Satuan Pramuka – Sangga Rumah kecil untuk menggarap sawah
  9. Satuan Pramuka – Racana Fondasi, alas tiang untuk atap
  10. Anggota Dewasa Pembina Membina bangsa dan Negara
  11. Anggota Dewasa Andalan Pemimpin/generasi bangsa yang dapat diandalkan.

III. NILAI  APLIKATIF GERAKAN PRAMUKA

Bahan Serahan Kursus Pembina Pramuka,Setiap anggota Gerakan Pramuka wajib memahami isi dan makna Dasa Darma Pramuka yang merupakan ketentuan moral. Dalam kegiatan Pramuka di tingkat gugus depan, Dasa Darma menjadi materi wajib di setiap tingkatan, baik penggalang,ramu,rakit,dan terap.jika dilihat dari isi materi tersebut,ternyata Dasa Darma memiliki nilai kandungan dalam diri manusia sebagai pribadi manusia seutuhnya.Metode penghafalan materi tersebut dalam kegiatan Pramuka sudah banyak yang diperkenalkan oleh para pembina,dengan cara tersendiri.

ADA sedikit oleh-oleh dari ringkasan yaitu Pedoman adalah Ta-Ci-Pa-Pat-Re-Ra-He Di-Ber-Suc.”Dasa Darma Pramuka itu”.1. Ta: Takwa kepada Tuhan yang Maha Esa. Sebagai pribadi yang lemah, kita harus menyembah Tuhan YME. Dia adalah pencipta yang ada di bumi dan di langit dan segala makhluk yang terlihat maupun tidak terlihat. Sebagai pribadi lemah dan ciptaan-Nya, kita wajib menjalankan perintah-Nya. Contohnya, sebagai muslim mengerjakan salat lima kali sehari semalam, membaca Al-Quran, puasa, dan lain-lain.2. Ci: Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.Selain sebagai makhluk pribadi, kita juga sebagai makhluk sosial.Artinya, makhluk yang tidak bisa berdiri sendiri. Kita perlu teman, bergaul, bertetangga. Kita tidak bisa hidup tanpa orang lain, kita memerlukan bantuan orang lain.3. Pa: Patriot yang sopan dan ksatria. Sebagai Pramuka, kita harus berperilaku yang sopan. Tindak-tanduk dalambersikap dan bertutur kata mesti diperhatikan. Kesopanan melambangkan pribadi seseorang di tengah-tengah pergaulan dalam masyarakat.4. Pat: Patuh dan suka bermusyawarah. Dalam situasi dan kegiatan apa pun, anggota Pramuka wajib taat dan patuh terhadap aturan yang berlaku, dan dalam kegiatan Pramuka selayaknya bermusyawarah dalam mengambil keputusan terbaik dan memuaskan.5. Re: Rela menolong dan tabah. Pramuka senantiasa rela dalam menolong tanpa membedakan agama, warna kulit, suku, dan sebagainya, dan harus didasari oleh hati yang ikhlas, tulus, tanpa Di embel-embeli oleh sikap ingin dipuji. Dalam setiap perjuangan itu seorang anggota Pramuka harus tabah menghadapi gangguan, tantangan, halangan, dan hambatan.6. Ra: Rajin, terampil, dan gembira. Anggota Pramuka itu harus rajin melakukan sesuatu yang positif. Kegiatan ketika ia berada dalam pembinaan Pramuka harus diimplementasikan dalam kegiatan sehari-hari. Jangan rajin karena waktu penggodokan dalam kegiatan, tetapi harus dibuktikan ketika ia di rumah, di sekolah. Dalam melaksanakan kegiatan itu pun harus dilaksanakan dengan senang dan gembira.7. He: Hemat, cermat, dan bersahaja. Ada ungkapan yang mengatakan “hemat pangkal kaya”. Betul sekali dengan berhemat, tidak menghambur-hamburkan uang untuk jajan, tidak berhura-hura untuk kepentingan sesaat merupakan awal menjadi orang kaya. Pramuka harus cermat dalam pengeluaran uang, memprioritaskan apa yang harus dibeli atau didahulukan, dan mana yang tidak perlu janganlah dibeli. Meskipun ia kaya, seorang Pramuka jangan sombong di depan orang lain, jangan angkuh, bersahaja dalam bergaul.8. Di: Disipilin, berani, dan setiap Anggota Pramuka harus hidup dengan disiplin, baik dalam waktu belajar di sekolah,bermain, dan sebagainya. Kalau Pramuka seperti itu maka hidup tak akanpercuma, tetapi akan berguna dalam mencapai cita-cita. Anggota Pramuka harus berani karena benar, tetapi takut karena salah. Jangan berani karena kesalahan, beranilah karena kebenaran. Pramuka harus setia terhadap janji setianya karena itulah nilai-nilai luhur pribadi manusia.9. Ber: Bertanggung jawab dan dapat dipercaya. Setiap anggota Pramuka harus bertanggung jawab terhadap apa yang telah ia perbuat, jangan lari, jangan lempar batu sembunyi tangan. Ia harus konsekuen karena ini adalah modal dari kepercayaan terhadap kita.10. Suc: Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan. Inilah pribadi manusia yang sejati, bersih pikiran, tidak ada iri dan dengki.

Tentang dasar hukum Pramuka ,Falafah Pancasila sebagi Dasar Negara merupakan nilai dasar spiritual keagamaan, kemanusiaan, dan kesatuan bangsa yang menjadi landasan dasar dalam pembangunan bangsa baik pembangunan sumber daya manusia maupun pembangunan fisik.Kepramukaan sebagai gerakan pendidikan pada jalur pendidikan non formal merupakan bagian tak terpisahkan dari system pendidikan dalam menyiapkan anak bangsa menjadi kader bangsa yang berkualitas baik moral, mental, spiritual, intlelektuan, emosional,maupun fisik dan ketrampilan.Gerakan Pramuka yang diresmikan berdirinya pada tanggal 14 Agustus 1961 merupakan kesinambungan gerakan kepanduan nasional Indonesia yang bertujuan menumbuhkan tunas bangsa menjadi generasi yang dapat menjaga keutuhan, persatuan dan kesatuan bangsa, bertanggungjawab serta mampu mengisi kemerdekaan Indonesia.Kepramukaan pada hakekatnya adalah suatu proses pendidikan yang menyenangkan bagi anak muda, dibawah tanggungjawab anggota dewasa, yang dilaksanakan di luar lingkungan pendidikan sekolah dan keluarga, dengan tujuan, prinsip dasar dan metode pendidikan tertentu.Gerakan Pramuka adalah suatu gerakan pendidikan untuk kaum muda, yang bersifat sukarela, nonpolitik, terbuka untuk semua, tanpa membedakan asal-usul, ras, suku dan agama, yang menyelenggarakan kepramukaan melalui suatu sistem nilai yang didasarkan pada Satya dan Darma Pramuka.Dasar Penyelenggaraan Gerakan Pramuka sebagai Landasan Hukum diatur berdasarkan :

  1. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 tahun 1961 Tentang Gerakan Pramuka
  2. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 118 tahun 1961 Tentang Penganugerahan Pandji kepada Gerakan Pendidikan Kepanduan Pradja Muda karana
  3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2009 Tentang Anggaran Dasar Gerakan Pramuka

Landasan Hukum Gerakan Pramuka merupakan landasan Gerak setiap aktifitas dalam menjalankan Organisasi dan manajemen di Gerakan Pramuka

IV. SIMPULAN

Sebagai akhir dari tulisan sederhana ini mari kita lanjutkan perjuangan para pahlawan kita dalam mengisi kemerdekaan, dengan mendidik dan melatih generasi bangsa menjadi manusia yang b\mempunyai karakter bangsa melalui pelaksanaan Amanat UU No 22 Tahgun 2010, dan AD/ART Gerakan Pramuka dengan ihlas dalam bentuk penanaman nilai aplikatif dari Try Satya dan dasa Darma. Jayalah PramukaIndonesia, Satu Pramuka Untuk satuIndonesia.

(Tijany@Raden)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s